ORANGTUA perantau rata-rata pernah mengajak anak-anak mereka berpergian jarak jauh. Minimal setahun sekali melakukan tradisi mudik untuk merayakan Idul Fitri, Natal, maupun hari libur pada perayaan keagamaan lain bersama keluarga dan saudara-saudara di tanah kelahiran.
Persiapan yang baik tentunya menjadi kunci paling penting dalam mengantisipasi berbagai kejadian tak diinginkan. Termasuk ketika mereka harus menangani anak-anak yang mengalami keluhan mabuk perjalanan.
Sekurangnya, persiapan bisa membuat orangtua lebih tenang mengambil keputusan serta bertindak dengan benar. Sehingga perjalanan jarak jauh bisa tetap menyenangkan dan memberi kesan mendalam buat anak-anak.
Mabuk perjalanan bisa terjadi karena beberapa sebab. Namun perlu dicermati yaitu keterbatasan ruang gerak anak-anak di dalam kendaraan. Duduk berjam-jam di dalam mobil pribadi, bus, kereta api, pesawat, kapal laut, sering membuat mereka jenuh dan merasa tidak nyaman.
Dokter Spesialis Anak RS Internasional Bintaro, Tb Fauzan Nugraha SpA (K) melalui Tabloid Ibu dan Anak, menegaskan bahwa keluhan mabuk perjalanan bukanlah suatu penyakit.
"Memang cukup banyak balita sensitif terhadap jenis bau tertentu yang membuat mereka mabuk perjalanan. Seperti bau asap dari knalpot kendaraan, bensin, dan parfum. Tapi seringkali keluhan ini bukan disebabkan gangguan kesehatan, melainkan dipicu faktor psikologis," terang Fauzan.
Mabuk perjalanan bisa dikenali melalui beberapa keluhan maupun ciri-ciri fisik. Di antaranya, kepala pusing, tubuh berkeringat dingin, lemas, perut mual, kembung, gemetar, pandangan mata berkunang-kunang, sakit perut, dan akhirnya muntah-muntah.
Boleh jadi mabuk perjalanan disebabkan karena si kecil baru pertama kali diajak orangtuanya menempuh perjalanan jarak jauh. Si kecil tidak terbiasa dengan lingkungan baru di dalam kendaraan. Terlalu padat penumpang, sirkulasi udara kurang bagus, atau pengendara ugal-ugalan menjalankan kendaraan, bisa jadi pencetus mabuk perjalanan.
Penyebab lain mabuk perjalanan yaitu kondisi anak-anak sedang tidak bagus waktu diajak bepergian. Sehingga melakukan cek kesehatan sebelum menempuh perjalanan jarak jauh bersama anak-anak sangat direkomendasi.
Bila anak pernah mengalami rasa mual yang parah sebelum pada perjalanan jarak jauh sebelumnya, bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan untuk meminum obat anti mual. Tapi ini sebagai usaha terakhir, karena obat-obatan seperti ini kadang memiliki efek samping serius. Jangan gunakan obat yang ditempel pada kulit untuk anak batita. (ricky reynald yulman)
Ciptakan Suasana Menyenangkan
MENJAGA kebersihan kedaraan merupakan satu trik agar perjalanan jarak jauh bersama anak-anak bisa tetap nyaman. Boleh juga menyediakan makanan maupun minuman ringan yang baik untuk dikonsumsi.
Penataan barang bawaan juga perlu diperhatikan. Sebaiknya membawa perlengkapan cukup dan tidak berlebih. Simpan tas berisi baju, popok, lap, kantung plastik, selimut, dan obat-obatan, termasuk obat penurun panas di tempat-tempat yang mudah dijangkau.
Tidak kalah penting yaitu menciptakan suasana menyenangkan. Bila memungkinkan ajak si kecil berjalan-jalan di dalam kabin kendaraan atau beristirahat sejenak. Sejenak menghirup udara segar, melancarkan peredaran darah, dan melemaskan otot yang kaku.
Ajak anak-anak melakukan permainan sederhana. Boleh juga membawa perangkat audio visual supaya mereka bisa mendengar lagu atau nonton film favorit. Melukis dan membacakan buku cerita bahkan bisa jadi kegiatan menyenangkan bagi anak-anak. (ricky reynald yulman)
Megantisipasi Mabuk Perjalanan
1. Siapkan kantong plastik besar atau minta kantong muntah pada petugas di pesawat terbang atau kereta api.
2. Siapkan juga cadangan pakaian bersih, banyak lap, obat gosok, dan pewangi ruangan.
3. Orangtua harus tetap bersikap tenang, tidak stres atau menunjukkan reaksi berlebih.
4. Ajak anak melakukan aktivitas yang disukai buat mengalihkan rasa mual dan pusing.
5. Jangan memberi anak-anak minuman bergelembung atau berkarbonat, termasuk soda selama di perjalanan, karena dapat memperparah rasa mual di lambung.
6. Sebaiknya tidak meminumkan susu botol di atas kendaraan untuk mencegah anak tersedak. (ricky reynald yulman)