Pijatan Lembut Buat Sang Bayi


Minggu, 15 Februari 2009 | 14:42 WIB

SAMPAI sekarang, masih ada orantua menganggap pijat bukanlah sebuah bentuk terapi ilmiah sekaligus alamiah bagi bayi. Sebagian ibu berpendapat pijat hanya perlu dilakukan ketika si kecil mengalami sakit persendian, flu, dan masuk angin.

NAMUN fakta sejarah menyebut, pijat merupakan metode terapi sentuh (touch teraphy) tertua di dunia. Sebagai seni perawatan kesehatan dan pengobatan, pijat telah dipraktikkan berabad-abad silam di berbagai negara.

Bagi masyarakat Indonesia, pijat bukan merupakan hal yang baru dipraktekkan. Sekalipun keterampilan memijat biasanya diajarkan secara turun-temurun. Pengaruh positif pijat terhadap tubuh manusia sendiri baru diteliti tahun 1980-an.

Para ahli kesehatan menemukan pijatan dengan teknik yang tepat kepada anak dan balita, bisa dilakukan saat mereka dalam kondisi kesehatan yang baik. Manfaatnya bukan sekadar meningkatkan kesehatan jasmani tapi juga berpengaruh secara psikologis.

Pemijatan dapat meningkatkan berat badan, pertumbuhan, daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi bayi, membuat bayi tidur lebih lelap. Lebih penting lagi pemijatan terbukti mempererat ikatan kasih sayang antara orangtua dan anak.
Direktur Touch Research Institute di Miami, Amerika Serikat, Tiffany Field dan Scafidi yang meneliti pengaruh pijat terhadap bayi, mengatakan, bayi yang dipijat teratur mengalami peningkatan tonus nervus vagus (saraf otak ke-10).

"Proses tadi menyebabkan naiknya kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin. Sehingga penyerapan terhadap sari makanan menjadi lebih baik dan si kecil merasa cepat lapar dan lebih sering menyusu. Akibatnya, produksi ASI dari ibunya akan lebih banyak dari segi kualitas dan kuantitas," ungkap mereka.

Penulis buku Pedoman Pijat Bayi, dr Utami Roesli Spa MBA CIMI, menyampaikan, sebaiknya pijat bayi dilakukan orangtua atau kakeknenek si kecil. Dalam proses pemijatan terjadi interaksi yang menyenangkan bagi orang dewasa dan bayi yang dipijat.

"Sangat sulit melukiskannya dengan kata-kata mengenai apa yang sedang berlaku. Yang pasti, rasa bahagia dan kelembutan kontak pasti dirasakan keduanya," jelas dokter spesialis anak yang telah menulis beberapa buku pedoman tentang kesehatan anak ini.Utami mengutip sebuah penelitian di Australia, bayi yang sejak usia empat minggu dipijat ayahnya, mempunyai kecenderungan berat badannya naik pada usia 12 minggu. Si kecil pun lebih responsif dan hubungan dengan ayahnya.

"Antara lain menyapa ayahnya lewat kontak mata, lebih banyak tersenyum, bersuara, menggapai, lebih cepat mempelajari lingkungan, dan lebih cepat tanggap. Hal ini tentu membuat si ayah merasa bangga dengan perkembangan anaknya," tuturnya.
Dampak positif juga dirasakan kakek dan nenek yang ikut memijat cucunya.

Ketegangan dan depresi kakek maupun nenek berkurang, meningkatnya rasa percaya diri, berkurangnya frekuensi kunjungan ke dokter, denyut nadi lebih lambat, dan perasaan rileks yang lebih nyata. (ricky reynald yulman)

Kuasai Teknik yang Benar
PEMIJATAN
pada bayi dan anak-anak akan terasa optimal manfaatnya jika orangtua dan anggota keluarga lain lebih dulu belajar teknik pijat bayi yang benar dan melakukan praktek secara bertahap.

Pengetahuan tentang pijat bayi dan anak-anak yang sudah diteliti secara medis, kini makin menyebar luas melalui buku, kursus di beberapa rumah sakit dan klinik kesehatan, maupun lewat pedoman praktis yang dikemas dalam bentuk buku dan vcd.

"Hanya dalam waktu sekitar 15 menit menyimak petunjuk praktis melalui vcd, para orangtua pasti sudah bisa menguasai teknik pijat bayi," ungkap penulis buku Pedoman Pijat Bayi dilengkapi vcd, terbitan PT Trubus Agriwidya, Jakarta tahun 2001, dr Utami Roesli Spa MBA CIMI.

Menurut Utami, pijat bayi bisa dimulai setelah bayi dilahirkan. Pemijatan bisa dilakukan tiap hari hingga usia anak enam hingga tujuh bulan. Setelah itu pemijatan bisa dilakukan secara rutin, meski tak dilakukan tiap hari.

Orangtua bisa memilih waktu pemijatan terbaik. Pada pagi hari, saat orangtua dan anak siap untuk memulai hari baru. Bisa juga di malam hari sebelum anak tidur. Pemijatan malam hari membantu si kecil tidur lebih nyenyak.

Pemijatan tidak dianjurkan setelah bayi selesai makan. Utami tak menganjurkan pula membangunkan bayi khusus untuk pemijatan ketika ia dalam keadaan tidak sehat. "Orangtua jangan memaksa kalau bayi tak mau dipijat. Jangan pula memaksakan posisi pijat tertentu kepada bayi," tegasnya.

Gerakan memijat sebaiknya dilakukan sesuai dengan usia bayi. Ketika bayi berusia hingga satu bulan, gerakan lebih mendekati usapan-usapan halus. Sebelum tali pusat bayi dilepas, sebaiknya tidak melakukan pemijatan di daerah perut.

Pada bayi usia satu hingga tiga bulan, gerakan halus disertai tekanan ringan dalam waktu singkat. Kemudian gerakan pijat bayi dilakukan dengan tekanan dan waktu yang makin meningkat, secara bertahap, pada bayi usia tiga bulan hingga tiga tahun. (ricky reynald yulman)


Persiapan Sebelum Memulai
BEBERAPA
hal berikut perlu diperhatikan sebelum melakukan pemijatan:

1. Tangan harus bersih dan hangat.
2. Hindari agar kuku dan perhiasan tidak mengakibatkan goresan pada kulit bayi.
3. Gunakan ruang yang hangat dan tidak pengap.
4. Bayi beberapa jam setelah makan atau sedang tidak lapar.
5. Sediakan waktu khusus, sekurangnya 15 menit untuk melakukan seluruh tahap pemijatan.
6. Duduklah pada posisi yang nyaman dan tenang.
7. Baringkan bayi di atas permukaan kain yang rata, lembut, dan bersih.
8. Siapkan handuk, popok, baju ganti, dan minyak bayi (baby oil atau lotion).
9. Mintalah izin pada bayi sebelum melakukan pemijatan. Lakukan dengan cara membelai wajah dan kepala bayi sambil mengajaknya bicara.

Akhiri dengan Peregangan
BERIKUT
beberapa bagian tubuh si kecil yang perlu dipijat.
1. Kaki
Pemijatan kaki dilakukan mencakup bagian paha, betis, telapak, pergelangan, punggung, hingga ujung jari.
2. Perut
Pemijatan di bagian perut, antara lain berfungsi mengeluarkan kelebihan udara di dalam perut bayi. Tapi pemijatan di daerah perut harus dihindari jika ada kerusakan atau cidera tulang rusuk dan ujung tulang rusuk.
3. Dada
Salah satu fungsi pemijatan di bagian dada yaitu melonggarkan pernafasan dengan cara memberi kehangatan.
4. Tangan
Pemijatan tangan bayi dilakukan mulai dari ketiak, seluruh bagian tangan, punggung tangan, telapak tangan, hingga jari tangan.
5. Muka
Umumnya, pemijatan di daerah muka tidak perlu menggunakan minyak.
6. Punggung
Pemijatan di sekitar punggung dilakukan untuk melancarkan peredaran darah serta melenturkan otot di sekitar wilayah tulang belakang.
7. Dianjurkan juga untuk melakukan relaksasi dan peregangan lembut.

0 komentar:

Leave a Reply